Menanggapi wacana tentang FEMINISME KEGEMUKAN

Feminisme kegemukan atau feminisme positif kegemukan merupakan salah satu bentuk feminisme yang memperdebatkan bahwa wanita yang gemuk sering menerima diskriminasi baik secara ekonomi, pendidikan, dan sosial akibat bentuk tubuh mereka. Oleh karena itu, mereka menyerukan agar semua wanita diperlakukan sama tanpa melihat perbedaan berat badan. Feminisme kegemukan bermula pada masa feminisme gelombang kedua, dan tidak mencapai arus utama sampai baru-baru ini. Meski kerap kali dihubungkan dengan gerakan untuk menerima kegemukan, para feminis penganut paham ini memfokuskan diri pada perempuan yang kerap mengalami diskriminasi akibat ukuran tubuh mereka. [Sumber: Wikipedia Indonesia]


Hmmm...
Aku pribadi pernah mengalami beberapa diskriminasi seperti yang terbilang di FEMINISME KEGEMUKAN itu. Aku nggak perlu malu dan munafik untuk mengakui bahwa aku memang memiliki badan yang GEMUK. 
Dan fakta yang terjadi memang sedikit cukup membuat saya marah.

Dulu saat aku masih SMP,aku berangkat dan pulang sekolah menggunakan bus umum. Suatu hari aku disuruh bayar 2 kursi dalam 1 bus. Itu gara - gara badanku yang gemuk, kata KERNET bus umum itu. 
Lalu ya aku  bayar 2 kursi.. 
Saat itu aku masih takut untuk melawan ejekan dari kernet bus itu. 
Sampai di rumah,aku marah - marah terhadap diri sendiri. 
Kenapa kernet itu kayak gitu?! 
Kenapa badanku gemuk?!
Tapi kemudian aku berfikir. Biarlah kernet bus itu seperti itu. 
Toh juga.. aku masih mampu membayar 2 kursi! Bahkan 100 kursi!!

Yang paling parah adalah saat lulus SMA menuju perguruan tinggi. Aku mendaftar dan mengikuti tes masuk sebuah perguruan tinggi terkenal di Indonesia yang bertempat di Yogyakarta. 
Aku kecewa(lagi) dengan fasilitas yang diberikan pada saat tes berlangsung. Kursi ujian yang aku duduki terlalu sempit. Itu dikarenakan ada batas/sekat di sebelah kanan dan kiri paha. 
Hal itu mengurangi kenyamanan dalam mengerjakan soal dalam tes. Tapi tetap saja aku terima keadaan dengan lapang dada, sabar dan senyuman. Dan TERIMAKASIH TUHAN, AKU LOLOS TES!!!

Selang 1 tahun berlalu, ternyata aku kurang nyaman dengan jurusan yang aku ambil di Perguruan Tinggi tersebut. Dan akhirnya aku mengikuti tes masuk di Perguruan Tinggi itu lagi. Dengan harapan bisa mendapat fakultas dan jurusan yang aku inginkan lagi. 
Kali ini semua PARAH!!! 
Memang, hal itu terjadi lagi. Tapi lebih parah!!! 
Parahnya, aku mendapatkan medan yang sangat sangat terjal! 
Sudah tempat dudukku sempit, medannya  licin dan kira2 mempunyai kemiringan hingga 30derajat. 
Dan tidak ada sekat di belakang kursiku. Kalo aku jatuh ke belakang. Itu bisa mencelakakan beberapa orang di belakang lho..
Ya tuhaaannn.. :( 
Akhirnya aku minta bantuan orang yang ada dibelakangku untuk menahan kursi dengan kakinya. Itu pun aku tetap menerima tawa remeh dari orang itu... 
aaarrrrggghhhh!!!! 
Sungguh sangat tidak nyaman!!! 
Mengapa pada saat pendaftaran tidak dipertanyakan berat badan??!!! 
Dimana HAK ku untuk mendapatkan kenyamanan pada saat melaksanakan tes?! 
Apa kegunaan uang pendaftaran senilai Rp100.000 itu?!! 
Setelah selesai mengerjakan soal tes. 
Aku langsung mengadukan hal itu kepada salah satu penjaga. 
Dan hasilnya, ibu penjaga itu malah acuh dan melontarkan satu kalimat hinaan. 
"Makanya,mbak.. Badannya mbok ya dikurusin." kata ibu penjaga. FUCK!!! TAI BABI!!! 

Sebenarnya masih banyak hal lain yang berhubungan dengan feminisme kegemukan. Yang aku alami tentunya... 
Beberapa hal tersebut membuat saya semakin kuat. 
Semakin kuat untuk terus bertahan hidup. 
TUHAN masih sayang aku... 
Itu sebuah cobaan yang secara tidak langsung memberikan pelajaran untuk hidupku. 
Bahwa semua ini terjadi dikarenakan EFEK MEDIA.
Mengapa aku menyalahkan hal tersebut?? 
Media banyak mendiskriminasikan wanita yang memiliki badan gemuk. Iklan meracuni masyarakat dengan tampilan "CANTIK ADALAH WANITA YANG LANGSING SINGSET dan GEMAR ke SALON". 
Alhasil...
Itu membuat beberapa pandangan masyarakat menjadi sempit. 
Banyak pelecehan sosial terjadi akibat cara pandang tersebut.


SEMOGA KEDEPAN SEMUANYA MENJADI SEMAKIN BAIK
SEMOGA KEDEPAN SEMUANYA MENJADI SAMA RATA
AMIN

Komentar

  1. jadi inget tulisannya Cindy Bonjap (i forgot the exact spelling),dia jg nulis ttg kegelisahan yg sama dgn kmu, ttg bgaimana diskriminasi thdp perempuan brtubuh besar mmbuatnya tdk nyaman.but seriously, don't be sad.big can b beautiful if u know how to build ur inner beauty.just smile more,darl.. that's the best make up & also self-affirmation 4 yerself.jgn biarkan org2 dgn pikiran sempit itu mempengaruhi hidup kmu.u know u're greater than that:)

    BalasHapus
  2. yuhuu,mbak anne...
    ini blog cindy juga.
    yg warna senja mo aku non-aktif-kan kok.
    makanya imigrasi tulisan jg.. :P

    yuppie!
    i can be what i want..
    just trust myself and just be a SUPER WOMAN!

    mbak..
    aku suka blog-mu! :)
    can I add u on FB/Twitter to?

    BalasHapus
  3. OALAH wahahaha .. maap. secara kemaren online-nya via HP berlayar sempit, fotomu ga keliatan .. cuilik banget.

    add aja cindy ... :D aku di FB aja, twitterku jarang aktif.

    btw, blogku itu udah lama ga aktif .. ceritanya udah beda sekarang, jdi tutup buku ceritanya hehe ..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer